Beranda » Berita Haji » Persiapkan Ibadah Haji Khusus, Dirbina UHK Gelar Rapat Bersama Asosiasi PIHK

Penyelenggaraan ibadah haji akan mulai dalam waktu dekat. Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus bersama Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) saling berkoordinasi intensif agar penyelenggaraan ibadah haji khusus dapat berjalan dengan lancar meskipun waktu persiapannya sangat singkat.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Nur Arifin, menggelar rapat bersama Asosiasi PIHK di Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah pada kegiatan pengawasan ibadah umrah di Arab Saudi. Beberapa perwakilan asosiasi hadir langsung, sedangkan asosiasi lainnya mengikuti rapat tersebut melalui saluran online.

“KMA tentang Pelunasan Bipih Khusus telah terbit, selanjutnya akan diterbitkan regulasi turunan tentang pedoman pelunasan dan pengurusan layanan haji khusus. Kami meminta agar PIHK mulai persiapan pelunasan jemaah haji khusus sesuai data jemaah yang telah kami kirimkan,” kata Nur Arifin saat membuka rapat di Ruang Rapat KUH Jeddah, Rabu (11/5/2022).

“Kami juga berharap PIHK mencermati regulasi agar pelunasan Bipih Khusus dapat berjalan dengan baik. Selanjutnya kami minta PIHK segera mempersiapkan kontrak layanan di Arab Saudi sesegera mungkin agar jemaah haji mendapatkan pelayanan yang terbaik,” imbuhnya.

Baca Juga: Berangkat Umrah Rute Langsung Makassar Madinah Kembali Dibuka, Hadiah Lebaran Bagi Masyarakat Sulsel

Rapat tersebut diikuti oleh jajaran pejabat pada Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus, Staf Teknis Haji KJRI Jeddah, dan perwakilan asosiasi PIHK yaitu: AMPHURI, HIMPUH, KESTHURI, ASPHURINDO, SAPUHI, AMPUH, ASPHURI, GAPURA, dan BERSATHU. Rapat tersebut menghasilkan beberapa kesimpulan penting diantaranya:

  1. Kemenag dalam waktu dekat akan segera menerbitkan regulasi tentang penggabungan jemaah, komposisi petugas haji khusus, pengurusan dokumen, dan lain-lain.
  2. Kemenag akan berusaha memberikan pelayanan yang maksimal kepada jemaah haji khusus dan PIHK dan komitmen melakukan koordinasi dan komunikasi yang baik dengan Asosiasi PIHK.
  3. Kemenag perlu berkoordinasi dengan BPKH untuk proses pengembalian Bipih Khusus, termasuk pengembalian nilai manfaat BPIH Khusus.
  4. Kemenag siap untuk melakukan fasilitasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan muasasah terkait dengan pengurusan kontrak layanan haji khusus di Arab Saudi, termasuk mendampingi dalam negosiasi harga layanan haji khusus.
  5. KUH Jeddah akan mengupayakan user id e-haj sesegera mungkin agar input data dapat segera dilaksanakan.

Pihak KUH Jeddah dalam rapat diwakili oleh Staf Teknis Haji, Muhammad Luthfi Makki. menyampaikan sampai saat ini memang belum ada rilis resmi harga maktab Armina. Peserta rapat setuju agar tidak ada kenaikan harga layanan maktab Armina, oleh karena itu diperlukan diplomasi antara pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah.

Sumber: https://haji.kemenag.go.id

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.